KREATIF

Mulailah berpikir kreatif sejak sekarang

KREATIF

Ayo berkreatifitas sejak sekarang

KREATIF

Jangan hanya pintar dalam belajar, tetapi kita juga harus kreatif

KREATIF

Jadilah orang yang kreatif dalam segala hal

Rabu, 10 September 2014

Amplifier

Pengertian Power Amplifier

Kalian tentunya pernah mendengar tentang Amplifier kan? atau biasanya yang anak Elektro pasti tau
Apakah sebenarnya Power Amplifier itu?





Penguat (dalam bahsa Inggris: Amplifier) adalah komponen elektronika yang dipakai untuk menguatkan daya  atau tenaga (secara umum). Dalam bidang audio, Amplifier akan menguatkan signal suara yang telah dinyatakan dalam bentuk arus listrik pada bagian inputnya menjadi arus listrik yang lebih kuat dibagian outputnya. Besarnya penguatan ini sering dikenal dengan istilah Gain. Nilai dari gain yang dinyatakan sebagai fungsi frekuensi disebut sebagai fungsi transfer.
Power amplifier bertugas sebagai penguat akhir dari Preamplifier menuju ke driver speaker. Amplifier pada umumnya terbagi menjadi dua yaitu Power Amplifier dan Integrated Amplifier. Power amplifier adalah penguat akhir yang tidak disertai dengak tone control (volume, bass, treble), sebaliknya Integrated amplifier adalah penguat akhir yang telah disertai dengan tone control.


Struktur dari power Amplifier ini biasanya terdiri dari:


  1. Heat Sink ( casing)Fungsi dari Heat Sink ini adalah untuk menyerap dan membuang panas yang dihasilkan oleh transistor.Bahan pembuat dari heat sink ini umumnya adalah aluminium cor atau kadang2 digunakan pula tembaga.
  2. DC Connector Terminals section.Pada sebagian besar Amplifier terdapat beberapa terminal untuk menyambung power input yaitu DC + konstan langsung dari terminal + ( positive dari Accu),Ground or Negative (-) yang biasanya disambungkan dengan chassis mobil.Remote turn on/off berfungsi sebagai kabel kontrol untuk mematikan dan menyalakan power, yang dikontrol dari Head Unit.
  3. RCA or High Level terminal Input.Fungsi dari terminal ini adalah sebagai penghantar sinyal audio dari Head Unit ke Amplifier. Biasanya melalui kabel interconnect atau RCA.Kualitas dari kabel ini sangat penting, karena kabel yang baik dapat menghantarkan sinyal suara dengan baik, sebaliknya kabel yang kurang baik akan merusak suara juga.High Input speaker terminal dipergunakan apabila tidak terdapat output RCA (low level ) pada HU anda.Ada pula terminal khusus seperti pada product satu merk amplifiers yang memakai connector Symbilink, untuk memudahkan kita dalam menyetel power tersebut dengan memakai PC or notebook.
  4. Speaker Output Connector.Terminal ini adalah sebagai terminal keluarnya sinyal yang telah diperkuat.Biasanya terdiri dari terminal dengan tanda plus+ dan minus-.Ada pula petunjuk khusus untuk membuat power bekerja dengan kondisi mono (bridged).
  5. Crossover section.Banyak power amplifier dewasa ini telah diperlengkapi dengan crossover aktif.Jadi amp tersebut dapat dipergunakan denagn beberapa konfigurasi, untuk amplifier subwoofer (LPF) ,full range ( filter/tapis tidak dipergunakan) dan untuk midbass( HPF).
  6. Gain sectionFungsi dari gain tersebut adalah mengatur agar sinyal yang masuk sesuai dengan input sensitivity dari Power Amplifier tersebut.Biasanya range sensitivity dari power amp sewasa ini adalah dari 2 -5 volts.Biasa disebut juga dengan Output sensitivity.
  7. FuseAmplifier yang baik harus diperlengkapi dengan sekring, sekring ini dapat berupa AGU fuse, atau bentuk sekring lainnya.Ampere sekring disesuaikan dengan daya max yang dapat dikeluarkan.Setelah mengenal struktur luar dari Amp, kita beralih ke isi dari alat ini berikut sistem kerjanya.


Sekarang kita masuk ke klasifikasi / perbedaan dari power amplifier outputstage menurut kelasnya :

1. Class AB, A, B

Amp kelas ini memakai sedikitnya 1 transistor per rail per channel.Amp 2channel akan memakai sedikitnya 4 output transistor, tapi dapat juga ditambahjumlahnya supaya terdapat peningkatan signifikan pada dayanya.Dua transistorpada 1 channel akan bekerja on dan off,mengirim nilai variabel dari voltagesinyal + dan - ke speaker output terminal +.Terminal - dari speaker terminaltersambung pada ground.Kapan dan berapa sering transistor menyala akanmenentukan kelas dari amp tersebut apakah kelas A, AB atau B.Transistor powerkelas A selalu menyala oleh arus yang mengalir, suara memang lebih baikdibanding kelas AB atau B, tapi akan lebih cepat menjadi panas ,karena tidakefisien. Banyak energi yang terbuang karena berubah menjadi panas.Class B:hanya 1 dari transistor tersebut yang menyala dalam satu waktu.Class B efisien,hanya mungkin suara nya agak kurang bila dibanding dengan Class A danAB.Penjelasan ini menerangkan mengapa lebih banyak dipakai kelas AB di caraudio, efisien dan bersuara cukup baik.

2. Class G

Cara kerja power ini mirip dengan kelas AB, hanya ada suatu cara yangmembuat amp ini menjadi lebih efisien, Amp ini mempunyai lebih dari 1 rail +dan - yang satu lebih tinggi nilainya. Ada merk tertentu yang memakai + dan -sebesar 25 volt untuk level rendah. Dan bila tidak diperlukan, amp ini bekerjahanya pada 25 V, tapi seiring dengan bertambahnya signal level,amp ini denganlembut berpindah pada rail yang lebih tinggi misal 50 volts.Kesimpulannya,suara dari amp kelas G ini sama baiknya dengan class AB tapi jauh lebihefisien.

3. Class D

Amp pada kelas ini tidak menggunakan alat output secara analog untukmerubah voltage naik atau turun. Amp ini menggunakan Mosfet ,yang sepertitransistor,tapi bedanya memakai siklus on dan off nya yang sangat cepat,dibanding dengan pada kelas AB yang merubah naik atau turun. Siklus seberapasering on versus off akan menentukan berapa besar output dari power ini.Biasapower Class D ini ditujukan sebagai power untuk Subwoofer.Kita ibaratkanseperti saklar on/off untuk menyalakan lampu (D)dan saklar dimmer untukmeredupkan lampu(AB).Amplifier Class D sangat efisien tetapi sangat terbatasuntuk frequency response nya, serta tingkat distorsinya lebih besar dari kelasAB.

4. Vacuum Tube Amps.

(Amplifier tabung)Power Amplifier ini menggunakan pendahulu dari transistor,yaitu tabung hampa, udara dengan katoda dan anoda yang berfungsi mengalirkanelektron.Cara kerjanya adalah dengan memakai transformator dengan memasukkantegangan tinggi dan kemudian dirubah kembali menjadi tegangan rendah denganarus yang dapat menggerakkan speaker.Tapi banyak menjadi perdebatan karenabanyak audiophile yang berpendapat bahwa power ini suaranya lebih baik daripower transistor.

Tahap berikutnya adalah cara membaca spesifikasi dari power, dan penentuanjumlah channel yang paling sesuai dengan keperluan OS mania.Power Amplifierdibuat dengan berbagai jumlah channel, 2 channel stereo, 4 channel, 5 dan 6channel ( 4 channel identik dan 1-2 channel dengan watt lebih besar untuksubwoofer), 5 channel dengan daya yang identik bisanya ditujukan untukpemakaian sistem car theatre 5.1, channel ke 5 ditujukan untuk center channel,dan power monoblock class D.

Spesifikasi biasanya disertakan dalam spec sheet, sederhananya adalah daya(watts), pilihlah daya yang sesuai dengan power handling dari speakeranda.Sebaiknya sesuaikan watt power agar tidak terjadi underpowered atauoverpowered.Pilih juga karakteristik suara yang sesuai dengan keperluan sistemanda, apakah Sound Quality (SQ), Sound Pressure Level(SPL) atau CarTheatre.Bandingkan juga nilai2 Frequency response, yang biasa nilai deviasi nyatidak lebih dari + atau - 0,2 dB pada rentang frequency 20 Hz - 20Khz.Perhatikan juga Total Harmonic distorsion (THD+N) A-weighted, parameter inimenunjukkan tingkat distorsi yang terjadi pada output 10 watt atau 1milliwatt.Selanjutnya adalah S/N ( Signal to Noise ) ratio, adalah parameteryang menunjukkan tingkat perbandingan antara signal yang diinginkan( signalmusic ) terhadap noise.Carilah nilai persentase terkecil untuk THD dan nilaiterbesar untuk S/N ratio.Carilah power yang damping factornya >100 dB,stereo separation dengan nilai tertinggi, dan juga coba apakah terjadi turnon/off click yang biasanya sangat mengganggu.Bila anda menghendaki pemakaianactive cross over, atau bila HU anda tidak mempunyai fungsi tersebut, carilahpower amplifier yang nilai x'overnya variable,lebih baik bila dilengkapi puladengan phase controller serta saklar pemilih HPF,Full range dan LPF.

Selasa, 02 September 2014

Kreativitas



007Clock




Jumat, 02 Desember 2014


Kreativitas sangat penting bagi perkembangan manusia

 Kreativitas adalah kemampuan individu untuk menciptakan sesuatu yang baru (Barron, 1965). Kreativitas membantu manusia untuk dapat menemukan berbagai alternatif jalan keluar terhadap masalah yang dihadapi. Tanpa adanya kreativitas, manusia akan sulit berkembang di tengah keadaan dunia yang serba dinamis.
Ketika seseorang memasuki usia remaja, banyak perubahan yang terjadi dalam dirinya. Remaja mengalami perubahan secara fisik dan psikis. Perubahanperubahan tersebut seringkali menimbulkan kegelisahan pada remaja. Remaja
juga mulai dihadapkan pada berbagai keputusan untuk hidupnya. Remaja mengalami masa-masa yang penuh tuntutan dari lingkungan sekitar. Oleh karena itu, kreativitas sangat dibutuhkan untuk dapat membantu mereka melakukan
penyelesaian masalah. Kreativitas dapat tumbuh dan berkembang jika didukung oleh situasi yang
kondusif. Beberapa hal eksternal yang mempengaruhi kreativitas adalah situasi
yang kondusif dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dalam hal ini, faktor pola asuh orang tua menjadi hal yang dianggap paling mempengaruhi kreativitas seseorang karena pola asuh orang tua sudah dirasakan sejak lahir.
Selain faktor-faktor di atas, kreativitas juga dapat ditingkatkan dengan belajar musik. Hal ini terbukti dengan adanya beberapa penelitian tentang
pengaruh musik terhadap perkembangan kreativitas. Penelitian sebelumnya banyak yang menghasilkan suatu kesimpulan bahwa musik klasik dan jazz dapat meningkatkan kreativitas seseorang. Perbedaan metode pembelajaran antara
musik klasik dan jazz memungkinkan perbedaan kemampuan kreativitas yang dihasilkan para siswanya. Penelitian kuasi-eksperimental ini berusaha melihat perbedaan kemampuan kreativitas yang dihasilkan oleh remaja yang belajar musik klasik, jazz, dan yang tidak belajar musik. Populasi penelitian ini terbagi atas tiga
kelompok. Populasi remaja yang belajar musik klasik dan jazz adalah mereka yang berusia 12 sampai 22 tahun dan mengikuti pembelajaran musik minimal level 2 di sekolah musik Farabi, YPM, IKJ, dan Yamaha. Sementara itu, populasi
remaja yang tidak belajar musik adalah mahasiswa Universitas Atmajaya yang berusia maksimal 22 tahun dan memilih sendiri jurusan kuliah yang mereka minati. Pada awalnya, digunakan kuesioner pola asuh untuk menyamakan karakter subyek penelitian. Subyek penelitian dipilih dengan teknik purposive sampling dengan jumlah 37 remaja yang belajar musik klasik, 35 remaja yang belajar musik jazz, dan 40 remaja yang tidak belajar musik. Untuk mengukur skor kreativitasnya, peneliti menggunakan alat Tes Kreativitas Verbal (TKV) karena paling mampu merepresentasikan teori yang
digunakan penulis sebagai acuan, yaitu teori Guilford (1950). Tes ini mengukur kemampuan seseorang mengeksplorasikan ide-ide dalam bentuk verbal, oleh karena itu, hasil skornya lebih mengarah kepada kemampuan verbalnya.
Tes Kreativitas Verbal diadministrasikan kepada 18 remaja yang belajar musik klasik, 10 remaja yang belajar musik jazz, dan 17 remaja yang tidak belajar musik. Penulis menggunakan uji terpakai dalam penelitian ini karena populasi subyek penelitian yang berjumlah kecil dan sulit didapatkan.
Berdasarkan perhitungan dengan statistik non-parametrik metode Kruskall-Wallis one-way analysis of variance by ranks, didapatkan bahwa ada perbedaan kreativitas antara remaja yang belajar musik klasik, musik jazz, dan remaja yang tidak belajar musik. Tetapi, berdasarkan hasil skor kreativitas diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan kreativitas tertinggi diperoleh pada
remaja yang tidak belajar musik. Penulis melakukan beberapa analisis tambahan, dan didapatkan suatu kesimpulan bahwa perbedaan jumlah subyek berdasarkan jenis kelamin turut
mempengaruhi hasil penelitian. Selain itu, penggunakan alat tes kreativitas yang bermuatan verbal dirasa kurang dapat mengukur kemampuan kreativitas seseorang secara keseluruhan.
Penelitian ini memberikan saran praktis yakni bagi praktisi psikologi untuk dapat melakukan pengembangan alat ukur kreativitas di Indonesia. Selain itu, penulis juga memberikan saran kepada lembaga pendidikan musik untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan musiknya

Perbedaan kreativitas belajar antara siswa yang tergabung dalam kelompok ilmiah remaja (KIR) dengan siswa yang tidak tergabung dalam kelompok ilmiah remaja (KIR)











Abstract


Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relatif berbeda dengan apa yang ada sebelumnya. Secara psikologis pengertian kreativitas adalah satuan potensi yang ada pada diri manusia. Kelompok Ilmiah Remaja berarti suatu kelompok yang anggotanya terdiri para remaja yang mempunyai kegiatan utama yang bersifat ilmiah. Dalam dunia pendidikan, aktivitas Kelompok Ilmiah Remaja merupakan suatu kegiatan aktivitas ekstrakurikuler yang berusaha menggali potensi yang ada pada remaja atau siswa.

Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Untuk mengetahui tingkat kreativitas belajar siswa yang tergabung dalam kelompok ilmiah remaja (KIR), (2) Untuk mengetahui tingkat kreativitas belajar siswa yang tidak tergabung dalam kelompok ilmiah remaja di SMA Negeri 1 Purwosari, (3) Untuk mengetahui perbedaan kreativitas belajar antara siswa yang tergabung dalam kelompok ilmiah remaja (KIR) dengan siswa yang tidak tergabung dalam kelompok ilmiah remaja di SMA Negeri 1 Purwosari

Jenis penelitian ini adalah deskriptif komparatif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Purwosari Tahun Ajaran 2007 / 2008 yang berjumlah 357 orang siswa. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI yang berjumlah 56 orang siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Total Sampling dan Proporsional Random Sampling. Instrumen yang digunakan untuk Kreativitas Belajar adalah angket terstruktur yang terdiri dari item Positif dan Negatif. Teknik yang digunakan adalah persentase, uji normalitas uji homogenitas dan uji t, dan korelasi product moment dengan taraf kepercayaan 95 % dan tingkat toleransi kesalahan 5 %.

Hasil penelitian yang mengkuti KIR menunjukkan bahwa Sangat Sedikit (12,5 %) siswa mempunyai tingkat kreativitas belajar dalam kategori Sangat Tinggi, Cukup Banyak (44,64 %) siswa mempunyai tingkat kreativitas belajar dalam kategori Tinggi, Sedikit (39,28 %) siswa mempunyai tingkat kreativitas belajar dalam kategori Sedang, Sangat Sedikit (3,57 %) siswa mempunyai tingkat kreativitas belajar dalam kategori Rendah dan yang tidak mengikuti KIR Sangat Sedikit (11,26 %) siswa mempunyai tingkat kreativitas belajar dalam kategori Sangat Tinggi, Sedikit (30,98 %) siswa mempunyai tingkat kreativitas belajar dalam kategori Tinggi, Cukup Banyak (45,07 %) siswa mempunyai tingkat kreativitas belajar dalam kategori Sedang, Sangat Sedikit (12,67 %) siswa mempunyai tingkat kreativitas belajar dalam kategori Rendah.

Hasil analisis diperoleh perhitungan uji-t variabel kreativitas belajar siswa yang mengikuti kegiatan KIR dan yang tidak mengikuti kegiatan KIR di SMU Negeri 1 Purwosari dengan menggunakan progam SPSS versi 12,00 diperoleh koefisien t-hitung (t-value) yaitu sebesar 2,395 dengan koefisien probabilitasnya 0,000.

Berdasarkan hasil penelitian, maka penelti manyarankan kepada beberapa pihak yaitu (1) Para guru perlu memberikan rangsangan dan dukungan dalam menumbuhkan kreativitas belajar siswa dengan cara menciptakan pelayanan pembelajaran yang menjadikan siswa merasa bebas mengemukakan pikiran atau pendapat serta gagasan.(2) Para siswa yang mengikuti kegiatan Kelompok Ilmiah Remaja maupun yang tidak mengikuti kegiatan Kelompok Ilmiah Remaja perlu menambah aktivitas yang menumbuhkan kreativitas. (3) Para konselor supaya senantiasa aktif untuk memberikan bimbingan serta memberikan kesempatan dan peluang untuk berkreativitas secara tepat.

Membangun Karakter dan Kreativitas Anak dan Remaja


Anak adalah harapan di masa yang akan datang. Kalimat ini seringkali kita dengar dan sangat lekat di benak kita. Karena itu, sudah semestinya memberikan perhatian khusus dalam hal mendidiknya sehingga kelak mereka menjadi para pelopor masa depan umat Islam.
Dalam hal ini Lingkungan pertama yang berperan penting menjaga keberadaan anak adalah keluarga, yang paling utama adalah kedua orang tua. Karena keluarga merupakan lembaga pendidikan yang paling dominan secara mutlak, dan anak adalah amanah Allah yang diberikan kepada para orang tua, ditangan orang tuanyalah masa depan anak-anak dipersiapkan dan kelak para orang tua akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah atas amanah yang diberikan.
Dalam upaya tersebut maka pada hari Sabtu tanggal 16 Mei 2009 Lembaga Pendidikan Al Falah Surabaya menyelenggarakan Seminar Nasional tentang Pendidikan yang mengusung tema “Menjadi Orang Tua Efektif Membangun Kararakter dan melejitkan kreativitas Anak dan Remaja” yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Arief Rachman M.Pd., Pembina Lab School yang juga guru besar UNJbertempat di Aula Kanwil Depag jl. Raya Juanda Waru-Sidoarjo, yang diikuti tak kurang dari 350 peserta yang terdiri dari para orang tua siswa dan para pendidik dari berbagai daerah.
Pada Seminar kali ini Prof. Arief mengatakan bahwa pendidikan yang sukses adalah pendidikan yang mampu mengantarkan anak menjadi anak yang bertaqwa, mempunyai berkepribadian matang, berilmu mutakhir, dan berprestasi, serta Mempunyai rasa kebangsaan dan berwawasan global.
Pak Arief juga memaparkan beberapa cara dalam bentuk tabell mengenai perilaku orang tua dalam mendidik anaknya serta hasil dari cara pendidikannya. Berikut adalah tipologi orang tua dan tipe anak sebagai hasilnya.



Belajarlah seiring dengan hembusan nafas, berhenti belajar ketika nafas berhenti. Belajar juga yang akan membedakan seseorang bisa menyikapi kondisi yang sama dengan cara yang berbeda, tentu saja mendapatkan keuntungan dari kondisi paling merugikan sekalipun. Mengisi hidup yang penuh tidak hanya membutuhkan kepintaran, tapi juga kecerdasan, kreativitas dan inovasi. Apa bedanya?

Kepintaran adalah kemampuan Anda dalam menyerap informasi. Ketika Anda mampu membaca dan mengambil ilmu pengetahuan dari buku atau informasi yang Anda serap, Anda cukup pintar. Akan tetapi, kepintaran berhenti disitu saja. Orang pintar memiliki banyak pengetahuan, akan tetapi kadang menghambatnya dalam pengambilan keputusan, karena pengetahuan yang banyak itu memberikan banyak informasi.

Kecerdasan adalah kemampuan mengelola kepintaran. Orang yang sukses kadang orang yang tidak terlalu pintar, akan tetapi bisa mengelola orang pintar. Kecerdasan membuat Anda tahu siapa orang pintar yang cocok mengerjakan jenis pekerjaan tertentu. Kecerdasan membuat Anda bisa mengambil keuntungan dari kombinasi kepintaran.

Kreativitas adalah kemampuan untuk membuat perbedaan. Orang yang kreatif adalah orang yang melihat hal yang sama tapi berpikir dengan cara yang berbeda. Kreativitas menghasilkan perbedaan dan orang yang kreatif bisa stand out of the crowd, tampil diantara kerumunan orang. Perbedaan membuat peluang baru terbuka.

Inovatif adalah kemampuan untuk menemukan nilai komersil dari kreativitas. Inovasi membuat kreativitas tidak cukup untuk meraih sukses. Kreatif hanya membuat perbedaan, inovasi membuat perbedaan tersebut memiliki nilai komersil.

Oleh karena itu, belajarlah seumur hidup, dan Anda bisa memiliki kepintaran, kecerdasan, kreativitas dan inovasi. Semuanya bukanlah bakat, akan tetapi disiplin. Tentu saja bisa dipelajari.
by; Maulana Bayu D

Kamis, 01 Desember 2011


Film sebagai Medium Kreativitas Remaja

Film sebagai Medium Kreativitas Remaja

Kamis, 26 November 2009 03:35 WIB
JAKARTA--Kreativitas dan hobi bisa menjadi jalan yang menghantarkan beberapa remaja berani mengungkapkan pemikirannya. Seperti diketahui, beragam medium kreatif kini banyak bermunculan. Salah satunya lewat festival pemutaran film hasil garapan para remaja.

Namun, tak jarang orang tua cenderung berpikir negatif dengan hasil kreasi yang dibuat anak-anaknya. Menurut Psikolog, Febiola Harlimsyah, berdasarkan teori dari Jean Piaget, pada usia remaja (11-14 tahun) perkembangan pikir memasuki tahap Operasional Formal. Remaja mulai berpikir sistematis dan mencakup  logika yang kompleks. Kemampuan itu dapat terlihat melalui film yang mereka buat

"Karena mereka diberikan kebebasan untuk mengungkapkan isi pikiran dan perasaan, banyak hal-hal yang secara jujur terungkap berdasarkan cara pandang remaja. Ada yang memandang hal tersebut sebagai bagian dari dinamika dunia remaja, tetapi ada juga yang cenderung memberikan ‘label’ negatif tanpa mencoba melihat pesan-pesan moral yang ada di dalamnya," tuturnya dalam wawancara via surat elektronik dengan Republika Online, Rabu (25/11)

Febiola menambahkan, film merupakan ungkapan dari apa yang remaja melihat, mendengar dan merasa. Adegan kekerasan dapat merupakan hasil dari pengalaman yang secara langsung atau tidak langsung terjadi dalam kehidupan mereka. Pada masa remaja, kebutuhan untuk menyalurkan emosi dan gagasan juga besar. Tekanan atau kemarahan yang mereka rasakan dapat dituangkan dengan bebas melalui film bertema kekerasan.

Dia menilai, menyangkut masalah ide yang bertalian dengan seksual, kekerasan, dan isu berat lain bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan. Hal-hal itu merupakan reaksi wajar yang menggugah ketertarikan remaja. Berbeda kasus, kata dia, apabila remaja atau individu yang kurang matang dalam menelaah informasi maupun mengendalikan emosi, tentu patut diperhatikan. Sebab dikhwatirkan terjadi kesalahan menginterpretasikan ide.

Dia berpendapat,  ada baiknya interpretasi masalah pengungkapan atau penyaluran isi pikiran dan emosi yang dilakukan oleh remaja dibedakan. Film adalah sarana yang membebaskan mereka untuk mengeluarkan ide dan perasaan. Namun tidak berarti kekerasan yang ditampilkan di film juga diterapkan dalam kehidupan nyata.

"Sejauh, hal negatif di dalam film tidak terbawa dalam kehidupan sehari-hari, tidak menganggu fungsi sosial, dan tidak memberikan dampak yang buruk bagi lingkungan, maka dapat difasilitasi sebagai sarana pengungkapan isi hati dan cerminan wawasan mereka," ujarnya.

Dampak Negatif

Masing-masing remaja tentu memiliki reaksi yang berbeda. Ada yang menjadikan film tersebut sebagai pengaruh yang buruk bagi dirinya, semisalnya mencoba adegan kekerasan tersebut ke dalam kehidupan nyata, tetapi ada juga yang mendapat hal positif dari film tersebut.

"Remaja yang memiliki pendirian yang teguh untuk mempertahankan nilai-nilai moral dan agama yang telah diberikan sejak mereka berusia dini diharapkan dapat mengambil hikmah dari film tersebut dan tidak terpengaruh hal-hal yang bersifat negatif," tegasnya.

Sementara itu, terkait masalah penyalahgunaan pengetahuan membuat film untuk hal yang negatif, Febiola menilai hal itu mungkin saja terjadi. Sebab itu, disinilah letak posisi orang tua. Dia menjelaskan, orangtua sebagai sosok yang lebih dewasa, profesional dan pendidik diharapakan bisa memberikan pengalaman yang positif, pijakan moral yang mantap serta dasar agama yang kuat, sehingga hasil karya remaja dapat dibanggakan dan membuahkan dampak positif bagi lingkungannya.

"Peran orangtua sangat besar, hubungan yang dekat antara orangtua dan remaja disertai dengan pola komunikasi yang sehat, memungkinkan anak untuk terbuka mengenai project pembuatan film tersebut dan memudahkan orangtua untuk memantau proses pembuatan film yang dilakukan oleh remaja mereka," ujarnya.

Peran tersebut tidak berposisi mematikan ide dan kreasi melainkan mengarahkan. Febiola mencontohkan, peran orang tua bisa dimulai sejak memilih tema dan memonitor pelaksanaan proses pembuatan sampai selesai. "Meskipun tidak berperan dominan, orangtua dapat mendampingi remaja agar dapat mengutamakan unsur edukasi dalam film yang mereka buat," tegasnya.

PONDS Bangkitkan Kreativitas Remaja [Agama dan Pendidikan]

PONDS Bangkitkan Kreativitas Remaja

Sebagai salah satu rangkaian program jelang Ponds Teens Concert dan untuk berperan serta membangkitkan kreativitas para remaja dalam menuangkan ide konser impian, melalui kompetisi My Dream Concert yang telah dibuka sejak April 2009 telah terpilih tiga konsep dari sekitar 2.000 ide kreatif yang dikirimkan remaja yang berasal dari seluruh Indonesia.
Tiga konsep yang terpilih dari empat pemenang tersebut mendapatkan tambahan pengetahuan dan arahan dari Artistic Director, Rama Soeprapto, serta berdiskusi langsung dengan bintang PTC, Alexa, mengenai bagaimana menciptakan sebuah konser yang menarik, di IndoChine FX Lifestyle, Jakarta, Jumat (3/7).
Sejalan dengan Tahun Kreatif Indonesia 2009 yang salah satu tujuannya adalah menggugah semangat berkarya anak bangsa, kompetisi ini hadir untuk berperan serta membangkitkan kreativitas para remaja dalam menuangkan ide konser impian kata Arief Tjakraamidjaja, Brand Manager Ponds.
Menurutnya, rangkaian program ini kami lakukan karena kami sebagai brand yang selalu memahami, peduli, dan mengikuti perkembangan dunia remaja yang berarti termasuk di dalamnya adalah dunia musik dan seni, yang merupakan bahasa universal dan tidak dapat dipisahkan dari dunia remaja.
Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa kreativitas remaja saat ini benar-benar luar biasa.Sayang sekali apabila tidak mendapatkan binaan dan memiliki wadah yang tepat untuk menyalurkan ide-ide kreatif remaja. Kompetisi ini menjawab keinginan remaja akan perwujudan konsep konser impian yang tetap mengedepankan orisinalitas karya remaja ujar Rama Soeprapto, juri My Dream Concert.
Ia menambahkan, Melalui ajang ini para remaja bisa mendapatkan bekal ilmu dan pengalaman untuk melangkah ke dunia seni tata pertunjukan professional di masa depan baik dalam pengembangan artistic awal hingga implementasinya ke dalam suatu produksi pertunjukan.
Ketiga konsep yang keluar sebagai pemenang adalah konsep Digital Outer Space oleh Fifi Kristiana (19), menampilkan pandangan remaja terhadap galaksi, kecanggihan teknologi dan masa depan. Beyond The Sea Adventures oleh Devina Putri (17), menampilkan imajinasi dan eksplorasi remaja terhadap dunia kelautan. Indonesian Heroes oleh Fatma (19) dan Tiara Fadila Amalia (18), keduanya menampilkan tema yang sama terhadap perjuangan pahlawan Indonesia.
Ketiga konsep ini akan diimplementasikan dalam konser di tiga kota yang akan diselenggarakan di Lapangan Brimob Medan (26/7), di Lapangan Makodam V Surabaya (2/8), dan di Lapangan D Gelora Bung Karno Jakarta (9/8). Selain mendapatkan ilmu dan arahan mengenai bagaimana mewujudkan konsep konser impian dari Rama serta berdiskusi langsung dengan sang idola, Alexa, keempat pemenang ini juga bertemu langsung dengan bintang pilihan merekaujar Arief.
Salah satu bintang PTC Aqi dari Alexa mengatakan, Asyik banget kita punya kesempatan untuk brainstorming bareng calon-calon artistic director handa seperti ini. Ide-idenya unik dan gokil tapi tetap mencerminkan ide remaja yang fresh dan penuh kreativitas.
Sebagai penampil, biasanya kita usung tema sendiri sesuai jati diri band, tapi kali ini teman-teman bisa berkreasi dalam menyalurkan konsep konser impian mereka sekaligus punya kesempatan untuk mewujudkannya, tambah Aqi.(evi)

Kondisi Yang Membuat Orang Kreatif

Ada beberapa kondisi dimana kreativitas dan menjadikan diri anda sendiri menjadi kreatif sangat diperlukan, agar anda dapat menjadi pribadi yang eksis dan penuh dengan karya yang bermanfaat bagi diri anda, orang lain, dan masyarakat secara umum. Kondisi yang membutuhkan anda menjadi pribadi yang kreatif adalah sebagai berikut:
Anda menghadapi kondisi berjalan ditempat, tidak puas, dan bosan (misalnya kerja sudah 10 tahun tapi Cuma kaya itu-itu aja, (ga’ bosen tuh?). Jika anda merasa roda hidup anda tidak berputar, anda tidak puas denga hasil yang anda peroleh, atau anda bosan dengan kondisi yang begitu-begitu saja, maka anda harus berupaya menjadi lebih kreatif. Ini bukan berarti Anda tidak mensyukuri nikmat yang sudah Tuhan berikan untuk Anda, melainkan ini adalah upaya untuk bisa meningkatkan diri Anda menjadi lebih baik.

Anda yakin bahwa anda dapat mengerjakan lebih dibandingkan dengan yang anda peroleh sekarang (misalnya anda kuat bekerja selama 14 jam, tapi anda hanya punya pekerjaan yang dapat diselesaikan dlam waktu 5 jam saja). Jika anda memiliki sumber daya dan potensi yang lebih, namun anda belum memperoleh hasil yang setimpal, maka anda juga harus berupaya untuk lebih kreatif

Anda mengerjakan hal yang sama sepanjang hari dan berulang-ulang (misalnya tugas anda hanya memasang tutup botol kemasan air minum saja setiap harinya, dan Anda harus melakukannya setiap hari dari pukul 08.00 sampai pukul 15.00. Hmm… Apa gak bosen Cuma kaya gitu aja?). Jika anda mengerjakan hal yang itu-itu juga, maka anda sudah dapat memprediksi hasilnya. Oleh karena itu, anda perlu menjadikan diri Anda lebih kreatif agar anda dapat memperoleh hasil yang lain, yang juga diharapkan lebih baik dari sebelumnya.

Anda membicarakan hal yang sama dengan orang yang sama (ini adalah kondisi 4 L – lu lagi lu lagi, seperti suami istri yang tinggal di rumah BTN tipe 21). Jika anda ketemu dengan orang yang sama dan topik pembicaraannya juga sama, maka dapat dibayangkan betapa monotonnya hidup anda. Kalau anda berada dalam kondisi ini, maka anda harus menjadi lebih kreatif.

Anda merasa sudah tidak menjadi diri anda lagi (misalnya anda krisis identitas, senang bergaya meniru-niru artis atau bintang idola anda). Jika anda kehilangan identitas, dan cenderung meniru-niru orang lain, maka anda juga perlu menjadi orang lebih kreatif. Just be yourself.

Anda merasa tertekan pada hari sabtu karena harus memikirkan hari Senin lusa (kaya ga ada hari lain lagi aja!). Kalau anda sudah tidak mampu menikmati dan membedakan mana waktu libur untuk bersenang-senang, dan mana waktu kerja untuk menghasilkan karya-karya anda, maka anda perlu menjadi lebih kreatif. Workaholics memang positif, tapi tetap saja anda harus tahu dan sadar waktu. Karena bekerja dan bersenang-senang porsinya harus pas

Anda terbiasa menghindari masalah dan resiko (misalnya anda cenderung penakut dan menjadi safety player). Masalah dan resiko itu ada untuk dihadapi dan dipecahkan oleh anda bukan untuk dihindari. Jadi jika anda termasuk orang yang senang menghindari masalah dan resiko, maka anda termasuk orang yang tidak kreatif. Oleh karena itu berubahlah menjadi kreatif dengan cara lebih berani menghadapi tantangan

Jadi jika anda menghadapi salah satu dari ketujuh kondisi di atas, maka anda perlu belajar dan berlatih lebih intensif lagi untuk mengembangkan diri menjadi pribadi-pribadi yang kreatif. Agar hidup Anda menjadi lebih indah dari sebelumnya. Selain ituu, jika Anda bisa mendapatkan pekerjaan yang berbeda-beda untuk kurun waktu tertentu di mana penghasilannya melebihi target yang ingin dicapai, bukankah akan lebih baik untuk melakukan pengembangan terhadap diri Anda? So, do it for getting better life.